Melek Finansial

Melek Finansial Halaman ini bertujuan untuk memberikan edukasi agar setiap orang melek finansial, khususnya para pengusaha dan investor.

Halaman ini dipersembahkan oleh Cendekia Utama Training & Consulting. A unique place to learn and discuss about management & business

TODAY MOTIVATION"Hari yang telah berlalu tak ada lagi kesempatan ditanganmu, hari esok tidak dapat mengetahuinya, entah ...
13/10/2024

TODAY MOTIVATION

"Hari yang telah berlalu tak ada lagi kesempatan ditanganmu, hari esok tidak dapat mengetahuinya, entah bisa bertemu atau tidak dan hari sekarang, saat inilah kau berada, pergunakan sebaik-baiknya. Jiwa bahagia ada 4 hal; berani karena benar, tahu rahasia pengalaman hidup, pandai menjaga ketenangan hati dan adil walaupun pada diri sendiri. Biasakan bersikap jujur walaupun melihat bahaya. Yakinlah bahwa itu bahagia."
(Budi Choiri)

Apa yang bisa membuat seorang pengusaha bertahan menjalankan usahanya? apakah karena adanya laba didapat setiap tahunnya...
07/09/2024

Apa yang bisa membuat seorang pengusaha bertahan menjalankan usahanya? apakah karena adanya laba didapat setiap tahunnya atau sebuah impian besar yang menjadi visinya?

Yuk, sore-sore belajar dari kesuksesan Sakichi Toyoda, founder Toyota yang saat ini menjadi perusahaan terbesar no 11 dalam 2000 perusahaan besar dunia versi Forbes.

Untuk bisa berhasil dalam bisnis, kita harus memiliki motivasi. Motivasi ini menjadi tujuan atau visi bisnis. Visi menjadi sebab seorang fou...

THE POWER OF FAMILY BUSINESSFamily business atau bisnis keluarga merupakan salah satu penopang perekonomian yang sangat ...
05/09/2024

THE POWER OF FAMILY BUSINESS

Family business atau bisnis keluarga merupakan salah satu penopang perekonomian yang sangat penting. Menurut penelitian R. Beckhard & W. Gibb Dyer menyatakan bahwa 90% dari perusahaan besar di Amerika Serikat adalah bisnis keluarga atau perusahaan yang didominasi kelompok keluarga seperti Walmart, Berkshire Hathaway, Ford, Cargill, Dell, Oracle, Marriott, Levi Strauss, Kraft Group. Bahkan menurut Naisbitt & Aburdene hanya 30% dari seluruh bisnis keluarga yang bertahan sampai generasi kedua walaupun secara umum, bisnis keluarga akan berakhir tanpa kehadiran pendirinya.

Di Indonesia sendiri, mengacu data dari The Jakarta Consulting menunjukkan 88% perusahaan swasta nasional berada di tangan keluarga. Tragisnya, sebagian perusahaan keluarga tidak dapat bertahan ketika para pendirinya masih hidup walaupun banyak p**a yang dapat bertahan dan berkembang sampai beberapa generasi. Di Timur Tengah, perusahaan keluarga lebih berpengaruh daripada korporasi. Menurut laporan yang diterbitkan PwC di tahun 2019, perusahaan keluarga memberikan kontribusi hamper 60% ke GDP Timur Tengah dan memperkerjakan 80% dari seluruh tenaga kerja.

Di China, 85,4% dari perusahaan swasta merupakan perusahaan keluarga dan lebih dari sepertiga perusahaan public yang tercatat di bursa dikendalikan oleh keluarga. Ini belum termasuk 34 juta perusahaan pribadi yang berdasar keluarga. Bahkan kekuatan bisnis keluarga melebihi BUMN China yang hanya berkontribusi 25% – 33% terhadap GDP China. Malah di sector manufaktur yang menyumbang 40% GDP, BUMN China hanya berkontribusi 20%. Hal ini juga menunjukkan bahwa peran perusahaan swasta China lebih besar daripada BUMN nya.

Di India, statistic menunjukkan bahwa 85% perusahaan di India merupakan bisnis keluarga dan memberi kontribusi hampir 70% GDP India. Dan perusahaan di India menghadapi tantangan untuk bisa bertahan selepas pendirinya tiada. Menurut data dari Confederation of Indian Industry, hanya 13% dari perusahaan keluarga yang bisa bertahan sampai generasi ke-3 dan hanya 4% yang bertahan lebih dari generasi ke-3.

Sementara di Eropa sendiri, hamper 80% perusahaan adalah perusahaan keluarga dimana bisnis keluarga bisa menyediakan lapangan pekerjaan sampai 50% dari keseluruhan tenaga kerja. Secara global, dari 750 perusahaan keluarga yang besar memberi 33,6 juta lapangan pekerja dan memiliki pendapatan sampai $ 10,3 trilliun atau jika dirupiahkan mencapai Rp 152.831,4 trilliun atau 137 kali APBN Indonesia.

Ciri umum dari perusahaan-perusahaan ini adalah dimensi keluarga, di mana bisnis dan kepemilikan keluarga saling terkait. Bisnis keluarga bisa kecil, menengah atau besar, terdaftar atau tidak terdaftar. Menurut European Family Business (EFB) sebuah perusahaan, dengan ukuran berapa pun, adalah bisnis keluarga, jika:

- Mayoritas hak pengambilan keputusan ada pada orang perseorangan yang mendirikan perusahaan, atau milik orang perseorangan yang telah/telah memperoleh modal saham perusahaan atau dalam kepemilikan pasangan, orang tua, anak atau ahli waris langsung anak-anak mereka.
- Setidaknya satu perwakilan keluarga atau kerabat secara resmi terlibat dalam tata kelola perusahaan.
- Perusahaan yang terdaftar memenuhi definisi perusahaan keluarga jika orang yang mendirikan atau mengakuisisi perusahaan (modal saham) atau keluarga atau keturunannya memiliki 25% hak pengambilan keputusan yang diamanatkan oleh modal sahamnya.

03/02/2023

Kesalahan berikutnya dalam mengelola keuangan adalah SALAH MEMETAKAN BIAYA

Hal ini sering terjadi pada usaha jasa atau yang bersifat proyek/pesanan. Walaupun tidak menutup kemungkinan perusahaan manufaktur juga bisa mengalaminya.

Kesalahan memetakan biaya terjadi saat munculnya biaya-biaya yang tidak diperkirakan sebelumnya. Sebagai contoh saat menerima pesanan pembuatan seragam sekolah, penjahit perlu membeli bahan utama maupun bahan pelengkap. Bahan utama adalah kain. Biasanya penjahit akan membuat perhitungan terlebih dahulu sebelum menerima pesanan. Perhitungan tersebut berdasarkan pengalaman sebelumnya. Penjahit akan menghitung semua kebutuhan bahan, baik bahan pelengkap maupun bahan utama kemudian menambahkan keuntungan yang diinginkan. Dari situlah muncul harga seragam yang menjadi kesepakatan dengan pemesan.

Yang sering terjadi adalah saat penjahit membeli bahan,

PENGELUARAN KECIL POTENSI UNTUNG BESARKesalahan lain dalam pengelolaan keuangan adalah mengabaikan pengeluaran-pengeluar...
29/09/2021

PENGELUARAN KECIL POTENSI UNTUNG BESAR

Kesalahan lain dalam pengelolaan keuangan adalah mengabaikan pengeluaran-pengeluaran kecil. Pengeluaran kecil ini bisa berbentuk bayar parkir, biaya fotokopi, pembelian ATK dan lain-lain.

Secara nilai memang kecil semisal bolpoin yang harganya Rp 2500 per biji. Tapi jika jumlahnya banyak maka akan bisa jadi besar. Bolpoin yang harganya hanya 2500 rupiah akan menjadi besar saat pembeliannya dalam jumlah banyak.

Dalam sebuah kantor ada 10 meja yang setiap meja disediakan 1 bolpoin. karena sering hilang, maka rata-rata setiap orang mengambil 1 bolpoin dalam seminggu maka kita bisa menghitung pengeluaran untuk beli bolpoin selama setahun yaitu 2500 x 10 x 52 = Rp 1,3 jt.

Itu hanya dari bolpoin. Padahal di atas meja kerja, pasti ada banyak jenis ATK. Bolpoin, pensil, staples, stabilo, klip, gunting, cutter, post-it dan lain-lain. Kalau ada 10 jenis ATK dan habisnya sama banyak dengan bolpoin maka pengeluaran ATK bisa 13 juta setahun.

Itu kalau ada 10 meja. Bagaimana kalau kantor dan pabriknya ada puluhan meja bahkan ratusan meja? Biaya ATK akan jauh lebih besar lagi.

Padahal kalau owner atau manajer peduli terhadap pengeluaran-pengeluaran kecil tersebut maka biaya akan bisa diturunkan sehingga akan menaikkan keuntungan sebagaimana susunan dalam laporan laba-rugi.

KESALAHAN KE-2 PENGUSAHA DALAM MENGELOLA KEUANGANKesalahan lain pengusaha dalam mengelola keuangan adalah tidak melakuka...
18/09/2021

KESALAHAN KE-2 PENGUSAHA DALAM MENGELOLA KEUANGAN

Kesalahan lain pengusaha dalam mengelola keuangan adalah tidak melakukan pencatatan keuangan secara teratur. Ia melakukan pencatatan tetapi tidak semua pengeluaran ataupun pemasukan yang dicatat.

Kadang saat lagi goodmood, ia melakukan pencatatan. Kadang saat lagi ngak capek, ia melakukan pencatatan. Saat jualan sedang sepi, ia melakukan pencatatan. Saat barangnya dibeli secara kredit, ia melakukan pencatatan. Tapi saat barangnya dibeli secara tunai, ia tidak mencatatnya.

Karena pencatatannya tidak teratur, maka buku catatan atau laporan keuangan tidak mewakili keseluruhan kondisi keuangan. Ibarat main puzzle, ada bagian-bagian yang hilang sehingga puzzle tidak terbentuk.

Dampaknya apa? Pengusaha akan mengalami kegagalan dalam berbisnis, mengalami kepusingan saat melihat barang habis tetapi uangnya ngak ada. Saat di lihat di buku catatan, kok tidak ada catatan penjualan. Akhirnya pusing deh... :)

SENYUM BAHAGIA SAAT KEMATIANSalah satu alasan mengapa kita harus melek finansial adalah untuk mengantisipasi musibah ata...
16/09/2021

SENYUM BAHAGIA SAAT KEMATIAN

Salah satu alasan mengapa kita harus melek finansial adalah untuk mengantisipasi musibah atau bencana dan dampaknya. Termasuk kematian, yang datangnya tidak bisa diperkirakan.

Seperti artis Ashraf Sinclair, suami dari artis Bunga Citra Lestari, yang meninggal mendadak karena serangan jantung saat bekerja. Padahal Ashraf terkenal rutin menjaga kesehatan tubuhnya. Dan usia Ashraf pun masih terbilang mudah yaitu 40 tahun.

Atau personal band Seventeen yang meninggal karena tersapu tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu. Tiga dari 4 personal meninggal akibat musibah tersebut. Ada juga Ust Jefri Al Bukhori yang meninggal mendadak karena kecelakan saat mengendari motor. Ust yang dikenal dengan panggilan Uje ini meninggal di saat usianya masih 40 tahun.

Dari kalangan pengusaha dan profesional pun ada juga yang meninggal mendadak seperti Ranjan Das, CEO SAP India, di usia 42 tahun. Profesional sukses ini ditemukan meninggal setelah berolah dan meninggal karena setangan jantung. Yang membuat banyak kalangan terkejut adalah Ranjan Das dikenal sebagai sosok yang gemar hidup sehat, menjaga pola makan, rajin berolahraga dan tidak menyukai dunia gemerlap malam.

Dari tanah air, pengusaha dan founder MRA Group, Adiguna Sutowo, meninggal karena sakit di RS Pertamina. MRA Group adalah perusahaan yang banyak bergerak di bidang media, hiburan dan perhotelan. Yang terkenal dari MRA Group adalah Hard Rock, baik Hard Rock Cafe, radio maupun hotel.

Dari fakta tersebut menyadarkan kita bahwa kematian bisa terjadi terlepas apakah kita masih muda atau masih sehat. Kematian selalu mengintai kita. Apakah kita sudah mempersiapkan diri? Baik mempersiapkan secara mental spiritual atau mempersiapkan secara finansial untuk keluarga yang kita tinggalkan.

Sudah cukupkah finansial yang kita tinggalkan buat keluarga? Jangan sampai penderitaan mereka berlanjut terus setelah berbulan-bulan kita tiada karena tidak adanya finansial yang cukup untuk mereka.

Dengan melek finansial maka saat sekarang kita masih produktif, kita bisa mempersiapkan hal diatas. Jika pun kematian itu datang, keluarga yang kita tinggalkan akan bisa tersenyum setelah kematian kita saat mereka tahu kita tinggalkan puluhan milyar di tabungan.

KESALAHAN PENGUSAHA DALAM MENGELOLA FINANSIALBerbisnis tidak hanya berbicara bagaimana bisa menjual produk. Tetapi juga ...
15/09/2021

KESALAHAN PENGUSAHA DALAM MENGELOLA FINANSIAL

Berbisnis tidak hanya berbicara bagaimana bisa menjual produk. Tetapi juga berbicara bagaimana mengelola uang. Keuntungan adalah hasil dari kerja keras berbisnis. Setelah memikirkan produk apa yang bisa dijual, kemudian memikirkan bagaimana cara menjualnya kemudian melakukan penjualan serta akhirnya bisa memberikan keuntungan.

Adalah penting untuk mengelola keuntungan agar usaha terus bisa berjalan dan terus bisa memberikan keuntungan dengan cara membersarkan usaha. Disinilah pentingnya mengelola keuangan usaha. Keuangan usaha harus dikelola dengan cara benar. Jangan sampai kerja keras untuk menghasilkan keuntungan, sirna dan habis dalam sekejap.

Untuk itu, sebagai pengusaha harus tahu kesalahan apa saja yang perlu dihindari dalam mengelola keuangan usaha. Salah satu kesalahan yang harus dihindari oleh pengusaha dalam mengelola keuangan usaha adalah MENCAMPURADUKKAN KEUANGAN PRIBADI DENGAN KEUANGAN USAHA.

Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan pengusaha. Tidak jelas berapa modal usaha dan berapa keuntungan usaha yang boleh diambil untuk keperluan pribadi. Perlu adanya pencatatan berapa uang yang dimasukkan sebagai modal usaha. Serta perlu disiplin diri untuk tidak mengambil seenaknya usaha usaha.

Hanya keuntungan usaha yang boleh diambil untuk kepentingan pribadi dan ini pun harus dicatat.

Address

Jalan Manunggal No 37 Kelapa Dua Wetan, Ciracas
East Jakarta
13730

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Melek Finansial posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Melek Finansial:

Share