GS - Konsultan Dana Tunai Lombok

GS - Konsultan Dana Tunai Lombok Membantu konsultasi dana tunai BPKB motor & mobil untuk kebutuhan usaha, pendidikan, renovasi rumah, dan kebutuhan lainnya. Area pelayanan seluruh Lombok.

Pernah nggak, jualan makin ramai tapi uang di dompet rasanya tetap segitu-gitu aja? 🤔Kalau pernah, berarti kamu tidak se...
12/06/2026

Pernah nggak, jualan makin ramai tapi uang di dompet rasanya tetap segitu-gitu aja? 🤔

Kalau pernah, berarti kamu tidak sendirian.

Karena omzet naik belum tentu untung ikut naik.

Misalnya bulan lalu omzet Rp10 juta.

Bulan ini naik jadi Rp15 juta.

Kelihatannya keren, kan? 😎

Tapi ternyata biaya belanja barang, ongkos kirim, promosi, dan operasional juga ikut naik.

Akhirnya keuntungan malah tipis.

Bahkan ada usaha yang omzetnya besar, tapi pemiliknya sering bingung uangnya ke mana.

Ibarat ember diisi air lebih banyak.

Kalau bocornya juga makin besar, ya tetap susah penuh. 😆

Makanya jangan cuma rajin menghitung omzet.

Hitung juga biaya yang keluar dan keuntungan yang benar-benar masuk.

Karena yang bisa dipakai bayar kebutuhan dan mengembangkan usaha itu keuntungan, bukan omzet.

Omzet besar memang bikin bangga.

Tapi untung besar yang bikin tidur lebih nyenyak. 😂

Nah, kalau usaha kamu, lebih sering fokus lihat omzet atau keuntungan?

DULU KELILING NAIK SEPEDA JUALAN BAKSO, SEKARANG BISA BANTU ORANG LAIN PUNYA USAHATahun 1999, seorang anak muda dari Nga...
12/06/2026

DULU KELILING NAIK SEPEDA JUALAN BAKSO, SEKARANG BISA BANTU ORANG LAIN PUNYA USAHA

Tahun 1999, seorang anak muda dari Nganjuk bernama Maksum nekat merantau ke Jakarta setelah lulus SMA.

Modalnya bukan warisan miliaran.

Bukan juga akun trading yang katanya bisa bikin kaya dalam semalam.

Modalnya cuma niat dan keberanian meninggalkan kampung halaman.

Di Jakarta, ia membantu pamannya berjualan bakso malang di daerah Kebon Jeruk.

Setiap hari belajar satu per satu.

Belajar bikin bakso.

Belajar melayani pembeli.

Belajar bahwa cari uang ternyata tidak semudah mengetik "semoga rezeki lancar" di kolom komentar.

Hampir 10 tahun ia belajar dan bekerja.

Sampai akhirnya tahun 2010, Maksum memberanikan diri membuka usaha sendiri.

Gerobaknya bukan yang kinclong seperti sekarang.

Ia berjualan keliling menggunakan sepeda ontel yang dimodifikasi jadi gerobak bakso.

Kalau hujan datang, yang basah bukan cuma jalanan.

Kadang semangatnya juga ikut diguyur.

Tapi ia tetap jalan.

Karena ia tahu, rezeki biasanya lebih s**a menghampiri orang yang bergerak daripada orang yang cuma rebahan sambil bilang, "Nanti aja deh."

Lalu tahun 2014, Maksum mengambil keputusan penting.

Ia mengajukan pinjaman modal usaha sebesar Rp100 juta.

Bukan untuk beli motor baru.

Bukan untuk ganti HP biar kameranya tiga.

Bukan juga untuk pamer gaya hidup.

Uang itu dipakai membeli tanah, membangun gerobak yang lebih baik, dan mengembangkan usahanya.

Pelan-pelan hasilnya mulai terlihat.

Usaha bakso malangnya makin dikenal.

Pelanggan bertambah.

Penghasilan meningkat.

Sampai akhirnya pada tahun 2019, ia berhasil tinggal di rumah yang dibangun dari hasil kerja kerasnya sendiri.

Dan yang paling menarik...

Saat usahanya berkembang, Maksum tidak berhenti di situ.

Ia justru membantu orang lain ikut berjualan bakso.

Menyediakan gerobak.

Menyediakan modal usaha.

Membuka kesempatan bagi mereka yang ingin mencari nafkah.

Dari yang dulu keliling mencari pelanggan, sekarang ia membantu orang lain mencari penghasilan.

Itulah bedanya modal yang dipakai untuk usaha dengan modal yang habis untuk gengsi.

Yang satu habis setelah dibelanjakan.

Yang satu lagi terus menghasilkan.

Hari ini, usaha Bakso Malang Maksum bukan hanya menghidupi keluarganya.

Tapi juga memberi pekerjaan dan peluang usaha bagi orang lain.

Karena kadang, sebuah pinjaman bukanlah beban.

Jika digunakan dengan tepat, ia bisa menjadi jembatan.

Jembatan dari sepeda ontel menuju rumah sendiri.

Jembatan dari berjualan sendirian menjadi membuka lapangan pekerjaan.

Dan jembatan dari sekadar mencari nafkah menjadi memberi manfaat bagi banyak orang.

Karena yang mengubah hidup bukan besar kecilnya modal.
Tapi bagaimana modal itu digunakan.

Disadur dan ditulis ulang dari sumber: https://linkumkm.id/news/detail/15925/kisah-sukses-usaha-bakso-malang-maksum-dari-gerobak-keliling-hingga-pinjaman-kur-bri-yang-mengubah-hidup?utm_source=chatgpt.com

"Kalau punya utang berarti gagal finansial."Menurutmu mitos atau fakta? 🤔Jawabannya: MITOS.Karena yang menentukan sehat ...
11/06/2026

"Kalau punya utang berarti gagal finansial."

Menurutmu mitos atau fakta? 🤔

Jawabannya: MITOS.

Karena yang menentukan sehat atau tidaknya keuangan bukan ada atau tidaknya utang.

Tapi untuk apa utang itu digunakan.

Kalau utang dipakai untuk hal produktif yang bisa menambah penghasilan, itu bisa menjadi alat untuk berkembang.

Misalnya menambah stok dagangan, membeli alat usaha, atau menambah modal kerja.

Sebaliknya, kalau utang dipakai terus-menerus untuk menutup kekurangan hidup sehari-hari, itu yang perlu diwaspadai.

Bahkan banyak pengusaha besar juga pernah menggunakan pinjaman untuk mengembangkan usahanya.

Bedanya, mereka punya rencana pengembalian yang jelas.

Ibarat pisau dapur. 🔪

Di tangan koki, pisau membantu menghasilkan makanan lezat.

Di tangan yang salah, bisa menimbulkan masalah.

Utang juga begitu.

Bukan utangnya yang salah.

Yang penting adalah tujuan, kemampuan bayar, dan kedisiplinan mengelolanya.

Jadi, menurutmu lebih berbahaya mana:

Punya utang produktif atau tidak punya rencana keuangan sama sekali? 😄

Pernah dapat dua penawaran pinjaman lalu bingung pilih yang mana? 🤔Tenang, jangan langsung pilih yang cicilannya paling ...
11/06/2026

Pernah dapat dua penawaran pinjaman lalu bingung pilih yang mana? 🤔

Tenang, jangan langsung pilih yang cicilannya paling kecil.

Karena cicilan kecil belum tentu lebih murah.

Coba lihat 4 hal ini.

Pertama, berapa total dana bersih yang diterima di tangan. Kadang ada pinjaman yang angkanya kelihatan lebih bagus tapi ada potongan A, B, C D.

Kedua, berapa besar angsuran per bulan.

Ketiga, berapa lama tenor atau jangka waktunya.

Keempat, berapa total uang yang harus dikembalikan sampai lunas.

Misalnya:

Penawaran A cicilan Rp1 juta selama 12 bulan.

Penawaran B cicilan Rp700 ribu selama 24 bulan.

Sekilas Penawaran B terlihat lebih ringan.

Tapi kalau dihitung total pembayaran, bisa jadi justru lebih besar.

Makanya jangan hanya lihat angka cicilan.

Lihat juga total biaya yang keluar sampai pinjaman selesai.

Ibarat beli kopi, jangan cuma lihat harga per gelas.

Lihat juga ukuran gelasnya, jangan sampai bayar murah tapi isinya cuma cukup buat berkumur. 😆☕

Pinjaman yang baik bukan yang terlihat paling murah.

Tapi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayar.

Kalau kamu ditawari dua pilihan, biasanya lebih pilih cicilan ringan atau cepat lunas?

Banyak orang berpikir, "Usaha lagi seret, tambah modal aja."Padahal belum tentu itu solusi yang tepat. 🤔Justru usaha yan...
10/06/2026

Banyak orang berpikir, "Usaha lagi seret, tambah modal aja."

Padahal belum tentu itu solusi yang tepat. 🤔

Justru usaha yang layak ditambah modal biasanya punya tanda-tanda seperti ini.

Pertama, barang atau jasa yang dijual memang laku.

Kedua, pelanggan mulai bertambah dari bulan ke bulan.

Ketiga, stok sering habis karena permintaan lebih banyak.

Keempat, ada peluang untung yang belum bisa diambil karena modal terbatas.

Kelima, usaha sudah menghasilkan keuntungan, meski belum besar.

Kalau tanda-tanda itu sudah muncul, tambahan modal bisa membantu usaha naik kelas.

Misalnya menambah stok, membeli peralatan, atau memperluas usaha.

Sebaliknya, kalau usaha masih sepi dan belum jelas pasarnya, tambahan modal kadang hanya memperbesar masalah.

Ibarat motor mogok karena businya rusak.

Menambah bensin satu jerigen penuh belum tentu bikin jalan. 😆

Karena yang dibutuhkan bukan bensin tambahan, tapi memperbaiki sumber masalahnya.

Jadi sebelum mencari modal, tanyakan dulu:

"Usaha saya memang butuh tambahan modal, atau butuh perbaikan strategi?"

Menurutmu, tanda mana yang paling sering kamu lihat pada usaha yang berkembang?

*Kenapa Banyak Orang Gajinya Naik Tapi Tetap Tidak Kaya?*Pernah nggak lihat orang yang dulu gajinya Rp3 juta, sekarang s...
10/06/2026

*Kenapa Banyak Orang Gajinya Naik Tapi Tetap Tidak Kaya?*

Pernah nggak lihat orang yang dulu gajinya Rp3 juta, sekarang sudah Rp10 juta... tapi tiap akhir bulan tetap bilang:
*"Aduh, uangnya ke mana ya?"* 😅

Ternyata masalahnya bukan selalu soal besar kecilnya penghasilan.
Karena...
👉 **Pendapatan naik belum tentu kekayaan naik.**

Saat gaji naik, sering kali gaya hidup ikut naik.
Dulu naik motor cukup.
Sekarang pengen mobil.

Dulu kopi sachet.
Sekarang kopi yang namanya susah dieja. ☕

Dulu cukup nonton YouTube.
Sekarang harus langganan semua aplikasi streaming.

Tidak ada yang salah dengan menikmati hasil kerja keras. Tapi kalau setiap kenaikan penghasilan langsung habis untuk gaya hidup, ya kondisi keuangan akan jalan di tempat.

Yang membedakan orang kaya dan orang biasa bukan hanya berapa besar penghasilannya.
Tapi berapa banyak *ASET* yang mereka miliki.

Aset adalah sesuatu yang bisa menghasilkan uang atau menambah nilai kekayaan.
Sedangkan penghasilan aktif akan berhenti saat kita berhenti bekerja.

Jadi kalau hari ini penghasilanmu naik, jangan hanya pikirkan:
*"Mau beli apa ya?"*
Tapi juga tanyakan:
*"Aset apa yang bisa aku tambahkan?"*

Karena pada akhirnya...
*Financial freedom dibangun dari aset yang bekerja untuk kita, bukan dari seberapa keras kita bekerja untuk uang.* 💡

Kalau gajimu naik Rp2 juta bulan ini, kamu pilih:
A. Upgrade gaya hidup
B. Tambah aset
Tulis jawabanmu di kolom komentar 👇

Ngutang itu jangan cuma dilihat dari nominalnya…tapi dipakai buat apa 😄Ada orang kredit HP biar kelihatan sukses di tong...
09/06/2026

Ngutang itu jangan cuma dilihat dari nominalnya…
tapi dipakai buat apa 😄

Ada orang kredit HP biar kelihatan sukses di tongkrongan.
Padahal yang ditelepon cuma DC 🫠

Ada juga yang kredit mesin jahit, motor, atau alat kerja…
dan justru dari situ penghasilannya jalan terus.

Makanya nggak semua utang itu jahat.
Kalau cicilan bikin:
❌ gengsi naik
tapi dompet megap-megap…
ya capek sendiri 😭

Tapi kalau cicilan bikin:
✅ orderan nambah
✅ kerja makin lancar
✅ penghasilan ikut tumbuh
itu namanya utang produktif.

Orang cerdas bukan yang anti kredit.
Tapi yang tahu:
mana cicilan yang cuma lewat di status…
dan mana yang benar-benar bisa bantu hidup naik level 🔥

Ngopi dulu, bro... ☕😄Sebelum mikir "berapa dana yang bisa saya pinjam?", coba hitung dulu "berapa cicilan yang sanggup s...
09/06/2026

Ngopi dulu, bro... ☕😄

Sebelum mikir "berapa dana yang bisa saya pinjam?", coba hitung dulu "berapa cicilan yang sanggup saya bayar".

Karena yang bikin pusing itu bukan jumlah pinjamannya, tapi cicilan bulanannya.

Rumus gampangnya begini:

Pendapatan bulanan dikurangi semua pengeluaran rutin.

Misalnya penghasilan Rp5 juta.

Pengeluaran rumah tangga, listrik, sekolah anak, bensin, dan kebutuhan lain total Rp3,5 juta.

Berarti masih ada sisa Rp1,5 juta.

Nah, jangan langsung dipakai semua buat cicilan.

Sisakan juga dana cadangan buat hal-hal tak terduga.

Ban bocor, anak sakit, atau dompet yang tiba-tiba kurus di akhir bulan. 😆

Idealnya cicilan maksimal sekitar 30% dari penghasilan bulanan.

Kalau penghasilan Rp5 juta, berarti cicilan yang aman sekitar Rp1,5 juta.

Ingat, cicilan yang nyaman itu yang tetap bisa dibayar meski bulan lagi sepi.

Jangan sampai awalnya senyum saat dana cair, tapi pas tanggal angsuran datang malah pura-pura tidur. 🤣

Pinjaman yang baik bukan yang paling besar.

Tapi yang paling sesuai dengan kemampuan bayar.

Setuju?

SEBELUM PINJAM, HITUNG DULU POTENSI UNTUNGNYAAda yang bilang:"Yang penting dana cair dulu, urusan belakangan."Nah...Kala...
07/06/2026

SEBELUM PINJAM, HITUNG DULU POTENSI UNTUNGNYA

Ada yang bilang:
"Yang penting dana cair dulu, urusan belakangan."

Nah...
Kalau cara berpikirnya begitu, kadang yang cair bukan cuma dananya.
Keringat dingin juga ikut cair pas tanggal angsuran datang. 🤣

Begini Brader...

Pinjaman itu bukan masalah.
Yang sering jadi masalah adalah pinjam tanpa perhitungan.

Misalnya ada peluang usaha.
Lalu butuh tambahan modal.

Sebelum tanya:

"Bisa pinjam berapa?"

Coba tanya dulu:
"Kalau modal ini dipakai usaha, kira-kira bisa menghasilkan berapa?"

Karena di situlah kuncinya.

Contoh sederhana.

Ada warung kecil.

Pemiliknya ingin menambah stok sembako.
Butuh tambahan modal.
Setelah dihitung-hitung, tambahan stok tersebut diperkirakan bisa menambah keuntungan Rp2 juta per bulan.

Nah, angka itu penting.
Karena sekarang kita punya gambaran.
Usaha yang akan membayar cicilan.
Bukan kantong pribadi.

Atau contoh lain.
Ada yang melihat peluang usaha fotokopi dekat sekolah atau kampus.

Sebelum membeli mesin, jangan cuma lihat harga mesinnya.
Lihat juga potensi penghasilannya.

Berapa lembar yang harus dicetak setiap hari?
Berapa omzet yang mungkin didapat?
Berapa keuntungan bersihnya?

Kalau angka-angkanya masuk akal, keputusan jadi lebih tenang.
Kadang orang terlalu fokus pada pertanyaan:

"Berapa cicilannya?"

Padahal ada pertanyaan yang lebih penting:
"Berapa keuntungan yang bisa dihasilkan?"

Karena kalau cicilan Rp1 juta...

Tapi tambahan keuntungan hanya Rp500 ribu...

Ya itu namanya usaha sambil menggali lubang. 😅

Sebaliknya...
Kalau cicilan Rp1 juta...
Tapi tambahan keuntungan Rp3 juta...
Nah ini baru mulai menarik untuk dipertimbangkan.

Makanya pengusaha yang berpengalaman biasanya tidak langsung melihat pinjaman sebagai uang.

Mereka melihatnya sebagai alat.
Dan setiap alat harus dihitung dulu manfaatnya.



Teman ngopi saya pernah bilang:

"Jangan pinjam karena bisa."

"Pinjamlah karena hitungannya masuk."

Nah itu kalimat sederhana, tapi dalam maknanya.

Karena pinjaman yang sehat selalu dimulai dari perhitungan yang sehat.

Karena tujuan usaha bukan menambah cicilan.

Tujuannya menambah keuntungan. 😎📈

Order Jalan Terus… Tapi Modal Mulai Kehabisan TenagaBanyak usaha sebenarnya bukan gagal karena produknya jelek…Tapi kare...
07/06/2026

Order Jalan Terus… Tapi Modal Mulai Kehabisan Tenaga

Banyak usaha sebenarnya bukan gagal karena produknya jelek…
Tapi karena modalnya mulai ngos-ngosan di tengah jalan.
- Order ada.
- Pelanggan ada.
- Tapi barang kurang,
- Stok kurang,
- Alat kurang,
- Uang muter makin sempit.

Kalau usaha lagi butuh tambahan tenaga, jangan langsung panik cari pinjaman ke sana-sini. Coba cek dulu pelan-pelan:
* apakah ada pengeluaran usaha yang bisa dipangkas,
* stok mana yang paling cepat muter,
* apakah ada barang yang jarang laku tapi modalnya nyangkut,
* apakah harga jual sudah masih masuk akal,
* atau apakah ada partner / keluarga yang bisa bantu sementara.

Kadang masalah usaha bukan kurang kerja keras…
tapi cashflow yang mulai berantakan.

Dan satu lagi yang penting:
jangan tambah modal hanya demi gengsi terlihat besar.

Naikkan usaha pelan-pelan tapi sehat.
Karena banyak usaha tumbang bukan karena sepi…
tapi karena terlalu dipaksakan.

Kalau memang butuh tambahan modal:
pastikan hitungannya jelas.

Tambahan modal itu harus membantu usaha bertumbuh, bukan malah bikin cicilan lebih besar daripada keuntungan.

Namun kalau semua jalan sudah dicoba dan usaha memang butuh
suntikan dana cepat untuk tetap jalan, dana tunai jaminan BPKB motor atau mobil bisa jadi salah satu solusi yang realistis.
Kendaraan tetap bisa dipakai operasional harian.

Dan jika pengajuan disetujui, dana bisa cair di hari yang sama.
Yang penting bukan seberapa cepat usaha jadi besar…
tapi seberapa kuat usaha bisa bertahan dan terus berjalan.





Address

Jalan Brawijaya
Mataram

Opening Hours

Monday 09:00 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00
Saturday 09:00 - 13:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GS - Konsultan Dana Tunai Lombok posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share